Jumat, 17 April 2009

Langkah - langkah membuat wifi-hotspot
31 Jul, 2008 Jaringan



Hotspot atau tempat yang menyediakan layanan akses Internet dengan menggunakan wireless memang sudah sangat banyak. Mulai dari cafe, restoran, sampai hotel pada umumnya menyediakan layanan Internet tanpa kabel ini. Hal ini disebabkan banyaknya perangkat yang telah dilengkapi dengan teknologi wireless, sehingga tren penggunaannya pun semakin tinggi.


Sayangnya, tidak semua orang mengerti bagaimana cara membangun infrastruktur Wi-Fi. Kurangnya informasi dan mungkin harga yang agak mahal membuat banyak pemilik tempat usaha enggan untuk membangun hotspot. Padahal, adanya hotspot ini sangat berpotensi untuk menambah daya tarik dan juga bisa menambah penghasilan dari tempat itu sendiri.

Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu Anda ketahui untuk menyediakan layanan hotspot. Hal yang dibahas memang relatif sederhana sehingga bisa diikuti oleh pemula sekalipun (asalkan sudah memiliki dasar-dasar jaringan). Di akhir artikel, akan juga akan membahas salah satu alat yang cukup praktis untuk digunakan sebagai hotspot gateway.

1. Tentukan konsep hotspot Anda

Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk Anda tentukan. Apakah hotspot Anda nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Anda harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.

Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Anda. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Anda harus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.

2. Akses Internet yang cukup cepat

Hal pertama yang harus Anda miliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.

3. Membuat hotspot tanpa billing

Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu).

Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Anda hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.

Alat pertama yang harus Anda miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang Anda gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

Selanjutnya, Anda juga harus memiliki sebuah router yang akan berfungsi sebagai gateway. Router inilah yang akan mengatur semua koneksi dari client ke Internet. Sebaiknya, Anda membeli router yang telah dilengkapi dengan fungsi Access Point terintegrasi. Jika Anda membeli router yang tidak memiliki fungsi Access Point, maka Anda juga harus membeli Access Point terpisah.

4. Membuat hotspot dengan billing

Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini.

Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (Anda tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.

5. Konfigurasi akses Internet

Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point).

Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Anda bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat Anda.

Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router Anda.

6. Masalah DHCP server

Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka Anda harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot Anda (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena Anda lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung Anda sendiri. Untuk Anda yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client). Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.
Jika Anda mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari Anda selaku pemilik hotspot.
Bagi Anda yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.

7. Memantau statistik user

Hal ini hanya perlu dilakukan oleh Anda yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table” atau sejenisnya. Di sana, Anda bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.

Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.

8. Enkripsi yang tepat

Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.

9. Client yang ingin mengakses

Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, Anda selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah.

Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, Anda menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat Anda dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.

KNOW HOW

Walled Garden: Alamat web yang dapat diakses secara gratis tanpa perlu menggunakan login yang biasanya tersedia pada voucher. Anda bisa menentukan beberapa alamat web yang bisa diakses secara gratis tanpa perlu login. Tujuannya adalah agar calon pengguna bisa mencoba kecepatan akses hotspot Anda terlebih dahulu.

Landing Page: Halaman depan sebuah Hotspot. Hotspot yang baik seharusnya dikonfigurasi agar menampilkan halaman ini secara otomatis jika terjadi kesalahan login atau login tidak dikenal. Halaman ini merupakan halaman awal yang muncul sebelum menggunakan hotspot.

Voucher: Kartu yang berisi data login dan informasi konfigurasi jaringan untuk mengakses Internet dalam jangka waktu tertentu.
SMCWHSG44-G dan SMCWHS-POS

Bangun Hotspot dalam Sekejap

Membangun hotspot memang tidak mudah bagi kebanyakan orang. Beberapa produsen tampaknya telah memikirkan hal tersebut. Mereka menyediakan solusi out-of-the-box untuk Anda yang ingin membuat hotspot. Solusi out-of-the-box ini berarti Anda hanya perlu menyediakan koneksi Internet dan melakukan sedikit konfigurasi. Selanjutnya, alat ini akan mengatur semuanya. Anda hanya perlu memberikan voucher kepada calon pengguna. Voucher ini akan dibuat secara otomatis oleh mesin gateway tersebut.
Hotspot gateway dari SMC

CHIP kebetulan mendapatkan pinjaman seperangkat hotspot gateway dari SMC. Hotspot gateway tersebut terdiri dari dua alat, yaitu SMC EliteConnect SMCWHSG44-G (broadband router dengan fungsi hotspot) dan SMCWHS-POS (POS printer untuk mencetak voucher). Anda juga akan mendapatkan sebuah keypad numerik yang nantinya digunakan untuk memasukkan nilai voucher yang ingin dicetak berdasarkan lama online.

Kedua perangkat tersebut bisa bekerja tanpa membutuhkan peralatan tambahan lain. Namun, proses konfigurasi awal membutuhkan PC yang terkoneksi ke perangkat SMCWHSG44-G. Setelah proses konfigurasi selesai, perangkat ini bisa bekerja secara mandiri.

Instalasi relatif mudah

Proses instalasi awal memang agak sedikit membingungkan. Anda akan memperoleh sebuah router, POS printer, dan numeric keypad. Interkoneksi antar ketiga modul ini juga tampak sedikit rumit. Namun, SMC tampaknya sudah mengantisipasi hal ini. Sebuah diagram yang lengkap disediakan dalam buku manual SMC. Dengan adanya diagram ini, proses instalasi kabel antarperangkat bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Setelah selesai melakukan instalasi kabel, proses selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan konfigurasi router. CHIP menggunakan sebuah PC yang terhubung langsung ke port pada router. Setelah menyamakan segmen IP, maka proses konfigurasi bisa dilakukan dengan mudah. Seperti juga kebanyakan perangkat sejenis, SMC menyediakan pengaturan berbasiskan web based management. Artinya, Anda bisa melakukan pengaturan dengan mudah menggunakan browser.

Pengaturan menjadi kunci

Proses pengaturan akan memegang peranan penting. Tanpa proses pengaturan yang benar, bisa jadi hotspot Anda tidak bekerja maksimal.

Pengaturan pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur konfigurasi Internet. SMC mendukung penggunaan gateway sampai dengan empat buah jalur koneksi (router ini menyediakan total lima port switch). Anda bisa memilih untuk menggunakan satu sampai empat buah gateway yang mendukung fungsi load balancing (berdasarkan port maupun alamat IP).

Pengaturan lanjutan yang juga harus Anda lakukan adalah pengaturan keamanan. Anda harus mengatur enkripsi login dan enkripsi untuk koneksi (WEP atau WPA).

Pengaturan terakhir adalah untuk menentukan harga sewa dari hotspot Anda. Harga sewa ditentukan per unit. Sementara itu, setiap unit memiliki durasi waktu tertentu. Semuanya bisa diatur dari interface web router ini.

Setelah proses konfigurasi selesai, maka sistem akan otomatis meminta Anda untuk melakukan restart router. Klik tombol “Restart” dan tunggu sekitar 10 detik sampai sistem menampilkan kembali layar login.

Tahap uji coba

Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka Anda sudah siap untuk mencoba hotspot Anda. Cara mencetak voucher sebenarnya sederhana saja. Anda hanya perlu mengetikkan jumlah unit pada keypad numerik yang disediakan. Misalkan, Anda mengetikkan angka “0”, “2”, dan “Enter”, maka voucher akan dicetak dengan nominal dua unit. Waktu per unitnya merupakan waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya. Nominal harga per unit yang tercetak juga sudah ditentukan oleh Anda dalam pengaturan sebelumnya. Sebagai tambahan, alat ini juga akan mencetak konfigurasi jaringan yang harus diatur oleh calon pengguna pada notebook/PDA-nya.

Akhir Kata

Hotspot atau tempat mengakses Internet dengan menggunakan Wi-Fi memang bukan lagi merupakan barang baru. Tetapi apakah memang sudah saatnya Anda menyediakan layanan ini di tempat Anda (restoran, kafe, atau toko buku)?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menyediakan layanan ini. Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah target konsumen yang biasanya mampir ke tempat Anda. Jika selama ini tempat Anda hanya dijadikan tempat “mangkal” orang-orang yang tidak terbiasa dengan peralatan ber-Wi-Fi, menyediakan hotspot tidak akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung.

Sebaliknya, bila pengunjung tempat Anda merupakan kaum eksekutif, maka menyediakan Wi-Fi akan memberikan nilai tambah yang sangat potensial. Anda pun bisa mendapatkan pemasukkan ekstra dengan menjual voucher hotspot.

Pertimbangan lainnya adalah aspek ekonomis. Pengeluaran bulanan Anda otomatis akan bertambah dengan adanya hotspot. Pemilihan jenis koneksi dan kecepatan yang tepat tentunya berperan untuk memberikan nilai ekonomis. Jangan sampai Anda memilih koneksi Internet yang cepat dan mahal, tetapi tidak banyak digunakan oleh pengunjung (alias mubazir). Dari sisi pemasukan, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan voucher yang dibeli oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung juga kemungkinan besar akan memesan makanan/minuman ekstra selama mengakses hotspot Anda. Ini juga berarti pemasukkan ekstra untuk Anda

Sabtu, 21 Maret 2009

penYAMbunGAN KAbel sEraT Optik

Penyambungan Kabel Serat Optik

Dalam jaringan kabel titik rawan gangguan terletak pada titik sambungan, karena pengaruh dari luar seperti masuknya air ke dalam closure. Dalam jangka waktu yang panjang 5 s/d 10 tahun akan menyebabkan turunnya karakteristik kabel, demikian juga akan menyebabkan rugi-rugi optik bertambah besar. Selain faktor air yang akan mempengaruhi kualitas jaringan juga faktor mekanis seperti tegangan yang berlebihan serta bending radius..

Tujuan penyambungan kabel optik secara umum adalah untuk menyambung dua buah kabel serat optik sesuai dengan prosedur yang benar sehingga mempunyai rugi-rugi sekecil mungkin.
Prosedur penyambungan kabel serat optik adalah sebagai berikut :
1. Penyambungan kabel serat optik harus sesuai prosedur
2. Penggunaan material dan peralatan harus benar
3. Pemasangan sarana sambung kecil kabel harus sesuai petunjuk pelaksanaan
4. Pengetesan harus dilakukan sesuai penyambungan
Kesemuannya harus dilaksanakan dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Proses penyambungan kabel serat optik meliputi :
1. Penyambungan kabel
2. Penyambungan serat
Pertama yang harus dilaksanakan adalah penanganan sarana sambung kabel lalu penanganan serat.
Penyambungan kabel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Penyambungan secara mekanik
2. Penyambungan secara heat shrink (panas kerut)
Jadi fungsi sarana sambung kabel (closure) adalah untuk menempatkan tray dan agar kedap terhadap air.
Teknik penyambungan serat optik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Secara mekanik
Penyambungan serat dengan sistem mekanik saat sekarang tidak digunakan lagi oleh PT Telkom karena akan menghasilkan loss yang cukup besar.

sEraT Optik

SERAT OPTIK adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :

1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

* Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
* Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

2. Berdasarkan indeks bias core :

* Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
* Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.


Bagian-bagian serat optik jenis single mode

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

[sunting] Sejarah perkembangan

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.

Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.

2. Time Line Pengembangan Fiber Optik

1917 Theory of stimulated emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 "Maser" developed Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University mengembangkankan "maser" yaitu microwave amplification by stimulated emission of radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang. . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio. 1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)


1960 ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961 Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.


1966 kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian. Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20 decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s switching station.

1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di Amerika AT&T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 "Doped" fiber amplifiers David Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki, Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

2. Generasi Perkembangan Serat Optik

Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :

1. Generasi pertama (mulai 1975) Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.

2 Generasi kedua (mulai 1981)

Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.

3. Generasi ketiga (mulai 1982)

Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4. Generasi keempat (mulai 1984)

Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.

5. Generasi kelima (mulai 1989)

Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.

6. Generasi keenam

Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.

Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.

Sabtu, 21 Februari 2009

Cara instal Linux Smootwall
Instalasi Smoothwall 2.0

* Ubahlah file ISO Smootthwall hasil download dengan menggunakan aplikasi Nero atau sejenisnya dan burning ke CD
* Setting PC untuk booting via CDROM, masukan CD dan nyalakan komputer
* Muncul tulisan pembuka dan tekan tombol enter
* Pilih media instalasi CDROM dan tekan OK
* Smoothwall akan melakukan pembuatan partisi HardDisk dan tekan OK
* Tunggu sampai proses pembuatan partisi selesai
* Berikutnya muncul Configure Networking, pilih probe (automatic detect)
* Tentukan IP untuk Green Interface (IP Lokal) :
o IP Adress : 10.1.2.3
o Network Mask : 255.255.255.0
* Proses instalasi dimulai dan tunggu sampai muncul perintah untuk mengeluarkan CD Instalasi
* Selanjutnya akan muncul pilihan untuk melakukan backup ke disket atau tidak
* Pilih tipe keyboard : US
* Ketik nama hostname komputer Anda : SMOOTHWALL
* Jika menggunakan web proxy dari ISP, isi nama komputer proxy ISP Anda. Jika tidak, cukup kosongkan
* Abaikan setting ISDN dengan pilihan Disable ISDN (kita tidak menggunakan VSAT)
* Abaikan setting ADSL dengan pilihan Disable ADSL (kita tidak menggunakan koneksi via modem ADSL)
* Berikutnya, lakukan setting untuk Network Configuration Menu
o Network Configuration Type : Green + Red (dua network card, green dipasang IP lokal, red dipasang IP Public dari ISP Anda)
o Driver Card Assignment : Otomatis dengan cara pilih probe baik untuk green maupun red
o Address Setting (pilih static) : Green (Lokal): 10.1.2.3 / 255.255.255.0 Red (ISP): 202.XXX.XXX.XXX / 255.255.255.0
o DNS + Gateway Setting
+ Primary DNS: 202.XXX.XXX.XXX
+ Secondary: 202.XXX.XXX.XXX
+ Default Gateway: 202.XXX.XXX.XXX
o DHCP Server Configuration : Disabled. Smoothwall bisa dimanfaatkan sebagai DHCP Server. Jika enable berarti SmoothWall berfungsi sebagai DHCP Server sehingga komputer klien tidak perlu di set dengan IP Static dan proxy pada browser. Jika Smoothwall berfungsi sebagai DHCP Server maka tidak boleh ada DHCP Server lain dalam satu jaringan.
o Tentukan password untuk ADMIN – digunakan untuk admin proxy via web
o Tentukan password untuk ROOT – digunakan untuk konek ke server via console
o Tentukan password untuk SETUP – digunakan untuk setting IP, Network Card, DNS dan lain-lain via console
o Reboot komputer

DAFTAR DISTRO LINUX:

Arch Linux (dengan sistem manajemen paket Pacman)
Coyote Linux (distro Router/firewall)
CRUX (menggunakan manajemen paket berbasis tar.gz yang sederhana, BSD-style initscripts)
DD-WRT (embedded firewall)
DeLi Linux (kombinasi Slackware dan CRUX)

Devil-Linux (distro firewall/router/server)
DSLinux (Linux untuk Nintendo DS)
dyne:bolic (instalasi software baru cukup dengan menyalin [copy] ke direktori tertentu)
Familiar Linux (distro untuk iPAQ handhelds)
Fli4l (distro yang muat dalam satu floppy disk)
Foresight Linux (menggunakan sistem manajemen paket Conary)
FREESCO (router)
GeeXboX (media center)
GoboLinux (manajemen paket sendiri yang menggunakan symlink)
Hikarunix (distro khusus untuk main Go)
IPCop (distro Router/firewall)
iPodLinux (linux untuk Apple iPod berbasis µCLinux kernel)
Jlime (distro untuk HP Jornada 6xx dan 7xx dan NEC MobilePro 900(c) handhelds)
Lunar Linux (distro berbasis source code)
MCC Interim Linux (mungkin ini distro Linux pertama; dibuat oleh Manchester Computing Centre di bulan February 1992)
MkLinux distro untuk PowerPC, menjalankan Linux kernel sebagai server di atas Mach microkernel)
Mobilinux (buatan Montavista untuk smartphones)
MontaVista Linux (embedded systems distro buatan MontaVista Software)
NASLite (distro floppy-disk untuk menjalankan perangkat Network Attached Storage / NAS)
Nitix (autonomic server buatan Net Integration Technologies Inc.)
OpenWrt (embedded firewall)
Pardus (buatan Turki; menggunakan sistem manajemen paket PISI, dan COMAR configuration framework)
PS2 Linux (distro Sony Computer Entertainment unuk PlayStation 2 video game console)
Puppy Linux (sistem manajemen paket PetGet dan DotPup; tapi mulai versi 3 juga bisa menggunakan paket Slackware)
Rocks Cluster Distribution (untuk computer cluster = gabungan beberapa komputer menjadi satu super komputer)
rPath (menggunakan sistem manajemen paket Conary)
Sentry Firewall (firewall, server sistem)
SliTaz GNU/Linux
Smallfoot
SmoothWall (router/firewall)
Softlanding Linux System (salah satu distro tertua, dibangun tahun 1992-1994; basis awal Slackware)
Sorcerer (berbasis source code)
Source Mage GNU/Linux (berbasis source code)
Tinfoil Hat Linux (distro floppy-disk)
tomsrtbt (root boot disk)

Selasa, 27 Januari 2009


SISTEM OPERASI JARINGAN


LINUX :

SISTEM OPERASI MASA DEPAN

Anda mungkin belum atau bahkan tidak kenal siapa Linus Torvalds, tetapi tahu Bill Gates. Programmer Finlandia pencipta sistem operasi LINUX ini berpeluang besar menggulingkan kerajaan Windows-Microsoft. Faktanya ?
Microsoft pun akhirnya terbukti mencemaskan ancaman maraknya LINUX serta open source software, lantas langkah apa yang dilakukan oleh kerajaan software tersebut ?
LINUX terkenal karena kecepatan, stabilitas serta diciptakan untuk dapat berjalan di banyak komputer dan hal yang terpenting bahwa LINUX merupakan freeware. Setiap orang bebas memakai bahkan menjual tanpa dikenakan lisensi. Kelebihan inilah yang menjadikan LINUX developer bersaing ketat dan membuatnya sebagai sistem operasi yang paling cepat berkembang biak.
Realita di lapangan juga menyebutkan LINUX siap menjadi mainstream. Banyak pihak yang mengatakan LINUX cukup tangguh dan alternatif daripada Windows NT. LINUX memungkinkan kalangan bisnis menjalankan server atau workstation handal di legacy hardware, tidak seperti Windows NT yang menuntut hardware lebih baru dan berkecepatan tinggi.
Sekarang ini LINUX dikonsumsi lebih kurang 7 – 10 juta komputer dan ribuan programmer, baik hanya sebatas kernel maupun aplikasinya pada sejumlah hardware. Di antaranya platform Alpha, Amiga, Atari, IBM, Intel, PowerPC/ Macintosh, SGI, dan Sun SPARC. Pada platform-platform tersebut umumnya LINUX handal dalam kecepatan dan kestabilan dibanding sistem operasi lainnya.
Lebih hebat lagi, LINUX terkenal di kalangan gaek. Yakni sosok tulen di belantara komputer maupun jaringan. Diantaranya information system administrator dan hacker. Programmer yang ingin menguasai UNIX juga memanfaatkan LINUX sebagai jembatan karena aplikasi dan administrasi LINUX sedikit banyak mirip UNIX.
Banyak ISP menanami server dengan LINUX karena alasan LINUX gratis, gesit sekalipun jalan di legacy hardware. Di lingkungan perusahaan (corporate), LINUX digemari para IS manager untuk kebutuhan intranet, mail server, atau workstation.
Di masa mendatang, kita akan menyaksikan wajah baru LINUX yang dikemas dalam bentuk grafis. Ini memang bukan kabar baik bagi pengagum berat LINUX dan fans anti-Windows. Namun, untuk strategi memperluas jangkauan LINUX, cara ini sangat penting dan perlu. Tidak hanya itu, LINUX juga akan mendukung lebih banyak lagi aplikasi. Bagi end user, WordPerfect Suite (dari Corel) akan mendukung LINUX.
Data lain menyebutkan bahwa LINUX sudah preinstalled di sebagian besar sistem milik 30 vendor. Mesin "instant intranet" juga menggunakan LINUX. Apalagi vendor hardware mengiringi dengan banting harga, maka semakin hari LINUX preinstalled akan semakin menggelar.
Upaya lain, organisasi bernama LINUX Standard Base telah terbentuk. Lembaga ini bertugas meyakinkan publik bahwa beragam LINUX distributor akan menjalankan aplikasi yang sama dan bersifat fleksibel.
Satu lagi, LINUX adalah OS gratis. Orang bebas download di Internet tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sementara Microsoft dan pesaing lainnya tidak. Mereka mengambil keuntungan dari penjualan produk mereka. Triknya, mula-mula Microsoft dan OS lain mematok harga sekian dan akhirnya digratiskan. Sementara LINUX distributor semacam Red Hat Software mendapat untung dari kontrak dan dokumentasi, bukan dari penjualan CD LINUX.
Perkembangan LINUX yang begitu pesat membuat Microsoft merasa cemas, sebab LINUX adalah pesaing Windows NT. Dan sekarang Microsoft semakin kecil peluangnya berkelit bahwa dirinya tidak mencemaskan ‘gempuran LINUX’ dan trend open source software yang belakangan semakin marak. Tanggal 2 November 1998 yang lalu, Eric Raymond (seorang open source advocate) mempublikasikan apa yang disebutnya sebagai strategi internal Microsoft menghadapi berondongan trend open source software dan sistem operasi LINUX.
Salah satu paragraf dokumen setebal empat puluh halaman oleh Raymond dijuluki "Halloween Document" berbunyi demikian "Open source software merupakan ancaman langsung terhadap platform dan pendapatan Microsoft khususnya di pasar server. Kecuali itu, paralelisme intrinsik dan gagasan open source software memberi keuntungan yang tidak sejalan dengan model lisensi Microsoft karenanya ini ancaman jangka panjang. LINUX menjadi ancaman jangka panjang dan menengah bisnis NT server Microsoft dan desktop".
Meski bukan rahasia umum lagi bahwa Microsoft memang cemas terhadap ancaman LINUX, namun Ed Muth, Microsoft Enterprise Marketing Group Manager, kepada LINUXWorld tetap menyangkal dengan mengatakan bahwa dokumen di situs Raymond sejatinya hasil analisa Microsoft Engineer, Vinod Valloppillil.
Halloween Document memang bukan bukti pertama. Dokumen Apache dan Mozilla, misalnya, juga mendaftar alternatif Microsoft menghadapi ancaman open source. Antara lain menyangkut usulan agar Microsoft merilis LINUX development tool dengan harga miring, meluncurkan tambahan khusus ke open source code base, memperluas keberadaan open protocol (DNS contohnya), dan secara garis besar mengubah strategi bagaimana memperoleh keuntungan dari model open source.
Kecemasan Microsoft semakin transparan setelah adanya surat terbuka Microsoft France General Director, Marc Chardon yang mengecam pedas kepada Linus dengan mengatakan LINUX tidak stabil, sulit diinstall dan kurang aplikasi. Tentu saja hal tersebut disanggah oleh fans LINUX.
Akan tetapi untuk menjadi kiblat atau mainstream LINUX harus bisa merebut dan menguasai dua pangsa pasar utama yakni konsumen yang masih diduduki oleh Windows dan pangsa high-end yang dikuasai Sun Microsystems dengan Solaris OS. Kecuali itu, pengguna yang terlanjur terbiasa memainkan mouse seperti pada Windows, ketika beralih ke LINUX pengoperasian terlihat sukar. Untuk mengeksekusi task-task seperti mencari (finding), memindahkan (moving), dan menghapus (deleting) file, user harus mengerti perintah (command) UNIX.
Strategi berikutnya LINUX harus terus melakukan improvisasi. Dalam hal ini, tidak seperti Microsoft dan Apple yang notabene vendor murni atas OS mereka, LINUX memiliki banyak vendor pendukung, Oleh karenanya agar selamat dari tikaman vendor OS lain, LINUX vendor harus senantiasa berinovasi dan meningkatkan produk mereka secepat mungkin guna mencapai satu tujuan sebagai sistem operasi masa depan.
ALASAN MEMILIH GNU OS/LINUX
Ada beberapa alasan mendasar yang menjadikan GNU OS/LINUX patut untuk dipilih sebagai suatu sistem operasi standar yang mendominasi jagat hardware PC. Banyak user yang pro-LINUX yang mengutarakan sejauh mana sistem operasi tersebut mampu bersaing dan mengalahkan raja software Microsoft.
Sistem operasi "standar" yang mendominasi jagat hardware PC sebagian besar platformnya komunikasi. Banyak orang tidak memahami sejatinya sistem operasi / software itu bukan harga mati tetapi pre-installed atau pre-loaded. Tentu saja ini sangat merugikan bagi pemula karena peluang mereka untuk memilih salah satu sistem operasi/software menurut kebutuhan semakin menyempit.
Peminat komputasi GNU/LINUX menyadari hal ini. Dan mereka enggan dipencundangi orang-orang Raymond (Microsoft). Seandainya publik tahu dengan kelebihan dan keunggulan GNU/LINUX, tentu tidak akan mudah termakan isu dan menjadi korban dari Microsoft.
Lalu apa alasan memilih sistem operasi GNU/LINUX ?
Pertama, GNU/LINUX lebih murah
GNU/LINUX selalu lebih murah daripada sistem operasi lain serta memiliki sistem komputasi lebih baik karena memakai shared libraries EXT2FS sebagai sistem file dasar (native), merupakan sistem file tercepat dari sistem file yang pernah ada. Bahkan menurut banyak user, EXT2FS mampu menandingi kecepatan sistem file NTFS atau sejenisnya sekalipun keduanya dijalankan di hardware yang sama.
GNU/LINUX juga mensupport NFS (sering ditemui di mesin UNIX), SMB (file sharing protocol yang oleh window dipakai secara default), dan Novell network file sharing file.
Kedua, GNU/LINUX lebih hebat dan dahsyat
GNU/LINUX banyak digunakan oleh para jawara internet. Jangan lupa bahwa LINUX dilahirkan dari rahim sistem operasi UNIX. Dan patut dicatat, TCP/IP terlahir dan tumbuh oleh sistem operasi UNIX. Platform ini senantiasa mengontrol setiap denyut nadi aktivitas yang berlangsung di internet.
Sistem operasi yang ditanam di server saat ini berupaya meniru dan menggapai kesuksesan ini. Tapi mereka masih belum mampu, apalagi mengimbangi kekuatan GNU/LINUX.
Ketiga, GNU /LINUX menjanjikan keragaman alternatif hardware
Mungkin pernah mendengar bahwa chip DEC Alpha adalah chip hebat, namun memasarkan chip ini sangat sulit karena harganya yang mahal dan teramat kompleks. GNU/LINUX berpotensi menawarkan performa yang sama kendati diujicobakan ke dalam banyak platform hardware atau CPU.
Keempat, GNU/LINUX menjadi sistem operasi baru
GNU/LINUX akan tumbuh menjadi sistem operasi baru yang bila terus tumbuh dan berkembang biak akan menjadi pesat. Sekarang ini orang mudah sekali terseret trend atau arus dan mencoba sesuatu yang lain dari biasanya. GNU/LINUX berpeluang untuk menjadi sistem operasi yang akan digandrungi komunitas komputasi saat ini. Mengingat ia dilengkapi banyak fasilitas, kelebihan dan layanan yang tidak diberikan sistem operasi lainnya.
Kelima, GNU/LINUX lebih handal dan cepat
GNU/LINUX memiliki kehandalan multitasking yang jauh lebih baik daripada sistem operasi lain yang pernah ada. Lantaran support multiprocessing simetris lebih efisien dan efektif dalam penggunaan memori oleh GNU/LINUX. Meskipun jumlah load (user yang logging) bertambah, dengan bahasa sederhana GNU/LINUX tidak akan terengah-engah.
Pengakuan banyak user saat memanfaatkan sistem GNU/LINUX (atau sistem operasi UNIX komersial) menyebutkan bahwa sistem operasi ini berumur panjang. Hal ini disebabkan GNU/LINUX berjalan stabil dan mampu menanggung beban lebih berat dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.
Keenam, GNU/LINUX adalah sistem operasi net-sentris
Mengingat selaku perintis platform jaringan, GNU/LINUX mudah dicangkokkan ke dalam web server. Tidak salah jika Anda berpendapat jika GNU/LINUX mendarah daging dengan dunia maya internet. Red Hat adalah salah satu contohnya. Dapat dibayangkan apabila semua atau sebagian control panel dipendam ke dalam web page maka semua kegiatan penjelajahan dapat dilakukan dari manapun juga (dengan syarat harus memiliki browser). Kapabilitas tersebut membuat GNU/LINUX makin handal dan berniliai tinggi.
Ketujuh, biaya support GNU/LINUX lebih ramping
Seandainya sebuah control panel tadi bisa diakses dari berbagai tempat manapun ditambah layanan sekuritas yang memberikan hak akses hanya kepada user yang sah. Kemudian dapat mensetup sebuah mesin yang dapat menghubungi sebuah manufaktur hardware (dalam hal ini Anda seorang vendor hardware) hanya dengan sebuah button khusus. Tentu saja dapat mengontrol dan mengkonfigurasi setiap sistem yang telah dijual. Inilah yang menyebabkan GNU/LINUX lebih ramping.
Demikian beberapa alasan kuat layaknya sistem operasi GNU/LINUX dipilih oleh setiap user. Sebab LINUX merupakan sistem operasi serba guna yang lain daripada yang lain. LINUX mampu digunakan pada berbagai jenis komputer dari PC hingga mainframe tanpa memerlukan performa yang tinggi. Hal ini disebabkan LINUX memiliki sifat portabilitas yang sangat tinggi baik pada source program maupun data.
LINUX OS :
The Next Big Thing
Sebenarnya mampukah LINUX mencuri kue pangsa sistem operasi yang dikuasai oleh Windows selama ini ? Sebagian orang menjawab : Ya. Akhir September 1998 yang lalu, Intel dan Netscape, perusahaan dengan kapital besar, akhirnya mengakui mereka siap menanam modal untuk Red Hat Software, distributor terdepan LINUX.
Red Hat, mulanya perusahaan yang bergerak di bidang pendistibusian software, tetapi kemudian membelot, menulis aplikasi dan akhirnya mendukung LINUX. Perusahaan lain yang memiliki rencana menulis program di platform LINUX antara lain Corel. Perusahan ini menyatakan siap menyajikan LINUX versi WordPerfect.
Kian banyaknya pendukung (backer), menjadikan para programmer dan developer yang mulai memicingkan mata ke Windows. Keadaan ini terus diperpanas oleh media massa yang mengatakan bahwa LINUX siap mengkudeta kerajaan Windows yang kini menguasai 90 % pasar sistem operasi. Sebelum publik menyematkan mahkota sistem operasi grassroot ini sebagai The Next Big Thing, harap diingat bahwa LINUX bukanlah techno-limid.
Saat ini LINUX dikonsumsi sebagai sistem operasi jaringan (NOS), lantaran sanggup meng-handle fungsi-fungsi dasar seperti file-and-print, mengeksekusi software program dan memungkinkan komputer berkomunikasi dengan main server dalam network.
Selain itu dengan LINUX memnugkinkan perusahaan kecil menciptakan web server dan network menggunakan hardware tua. Perusahaan besar seperti America Online, Cisco Systems, dan bahkan Departemen Pos AS memanfaatkan LINUX untuk mengolah data-base, tracking dan web server.
Sistem operasi LINUX pada tahun ini mampu menempatkan diri sebagai unggulan pada Comdex 98, yang berarti pula memberi lampu kuning kepada Microsoft bahwa sistem operasi Windows sedang dalam bahaya. Tanda-tanda bahwa Windows siap digoyang sudah mulai mencuat. Di internet, banyak media online yang menyorot kebangkitan sistem operasi LINUX dan mendaulatnya sebagai The Next Big Thing atau The Generation Next.
Distributor LINUX seperti Red Hat, Caldera, dan S.u.S.E. benar-benar tampil dengan kekuatan prima. Red Hat contohnya sedang meluncurkan Red Hat LINUX versi 5.2 yang memiliki kemampuan mensupport expanded hardware, aplikasi update dan installer baru.
Linus Torvalds, pencipta LINUX, akhirnya merilis pula versi terbaru dari LINUX kernel yang diluncurkan Desember 1998 ini. Rilis yang sangat ditunggu dan bug-free, seperti diuangkap oleh Torvalds, sebenarnya dinamakan kerner 2.1.129. Tetapi oleh publik dinamakan kernel 2.2.
Sejak versi 2.0 diluncurkan akhir tahun 1996 lalu, LINUX kernel memang tidak mengalami kenaikan versi, dan versi terakhir ini khusus untuk para developer. Kernel ini mensupport platform Intel x86 dan 64 bit processor seperti Sparc64 (Sun) dab AlphaServer (Compaq). Rilis ini juga mampu memacu SMP, sound and graphic subsystem, mensupport Ethernet dan piranti ISDN, kabel modem serta modem V.90.
Tampaknya Microsoft pun tak mau kalah dengan maraknya LINUX. Pihak Microsoft sendiri telah siap meluncurkan Windows NT versi 5.0 yang kini disebut dengan Wndows 2000. Microsoft akan memasarkan Windows 2000 dalam empat versi (satu untuk desktop dan tiga lainnya untuk server).
Meski pangsa pasar sistem operasi jaringan masih dikuasai oleh Microsoft namun semakin LINUX tetap melangkah pasti. Keunggulan LINUX yang sulit bahkan sama sekali tidak bisa disaingi oleh Windows NT antara lain karena LINUX freeware, open source code serta tidak membutuhkan performa yang tinggi dari suatu komputer. Namun tampaknya Windows NT masih tetap diminati mayoritas pemakai komputer jaringan karena kemudahan yang user-friendly serta banyaknya aplikasi yang mampu berjalan di atasnya. Munculnya Windows NT 2000 mengangkat kembali nama Microsoft, karena Windows NT 2000 merupakan sistem operasi networking terbaik dan paling stabil saat ini. Namun untuk menggunakannya, pemakai harus menyediakan persyaratan yang lebih mahal dibanding Windows 98.

Mendisain Sistem Keamanan Jaringan I


Unsur-unsur kebutuhan yang diperlukan dalam melakukan perancangan pengendalian sistem keamanan jaringan, terdiri atas :
1.Batasan Bisnis
Hal-hal yang menjadi batasan bisnis dalam pendesainan sistem keamanan jaringan
adalah sebagai berikut:
* Kondisi sistem keamanan jaringan yang sedang berjalan saat ini disuatu kantor/
instansi yang terkait, sehingga perancang sistem keamanan diperlukan untuk
membuat dokumentasi sistem keamanan jaringan tersebut.
* Suatu kantor/instansi yang terkait memiliki rencana untuk mengembangkan dan
meningkatkan sistem jaringan yang sedang berjalan, sehingga pengembang diminta
untuk melakukan perancangan sistem keamanan jaringan. Dengan demikian dokumen
desain tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan dan
peningkatan jaringan pada masa yang akan datang.